Global Var

Lihat sayang,
Cinta yang aku inginkan adalah cinta sehangat sinar jingga senja; Membentuk garis memanjang melewati bilik-bilik kecil rajutan bambu. Mengerlip dengan bantuan angin dan ilalang yang bergoyang diluar sana. Sinarnya lembut; tak sepanas terik, juga tak sebergairah dhuha. Mereka tak memanggang, namun menyelimuti. Sayang, siapa yang tak menyukai senja? Karna senja memang ada untuk dikagumi.

Lihat sayang,
Aku ingin tegak berdiri berdampingan denganmu layaknya ilalang itu. Kelihatannya mereka selalu bahagia bukan, sayang? Kita menari bersama, berdansa dengan irama alami diiringi dengan musik dedaunan yang menelisik. Sesekali kita bersentuhan dengan bantuan angin. Bukankah itu indah dan menggetarkan jiwa, sayang?

Lihat sayang,
Lihatlah gumpalan-gumpalan putih yang beterbangan diatas kita. Buliran kapas-kapas itu, aku ingin seperti mereka sayang. Lepas dari sarangnya, dan beterbangan dengan suka cita; kapas jiwaku, dan kapas jiwamu. Mereka putih sayang; tak ada dendam atau noda yang sengaja disembunyikan. Mereka sedikit transparan dengan ketipisannya. Artinya mereka jujur pada pasangannya.

Lihat sayang,
Dua gumpal arakan awan jauh di atas sana. Tak ada yang lebih aku ingini selain bermain disana bersamamu. Kata roman percintaan, disana ada kayangan, tempat yang cocok untuk memadu cinta, menjalin kasih, dan berbagi rasa. Tempat yang cocok untukku dan untukmu yang sedang termakan oleh raksasa bernama indah: Cinta.

Lihat sayang,
Amati dan rasakan. Betapa romantisnya alam di sekitar kita. Mereka berpadu untuk membuat sedikit sunggingan pada bibir kita. Mereka membentuk suatu pentas roman asmara untuk menguatkan hati kita. Lihat sayang, mereka ada untuk terus mengingatkan, jika kita bisa belajar dari keterpaduan mereka.

Ya, mereka memang indah sayang,
Marilah, genggam tanganku dan tuntun aku untuk menyentuh dan belajar setia kepada mereka ..

Definisi Kata BODOH

Bodoh bukan masalah otak dalam pengolahan kognisi atau rendahnya IQ (Intelligence Quotient) yang biasanya kerap ditandai dengan rendahnya kemampuan individu dalam berfikir dan melanar sesuatu. Bodoh bukan masalah rendahnya nilai dalam suatu pelajaran atau ujian. Bodoh juga bukan masalah kemampuan seorang individu menangkap dan mengartikan stimulus yang masuk pada dirinya, bodoh bukan berjalan pada lingkup-lingkup tersebut.

Dalam ranah ilmu Psikologi, tidak ada istilah bodoh untuk menggambarkan kasus-kasus yang telah tersebutkan diatas. Artinya, mereka bukan penyandang predikat bodoh, tapi mereka adalah seseorang yang memiliki kemampuan dibawah standar atau di bawah rata-rata. Hal ini menunjukkan adanya penghargaan kepada harkat dan martabat manusia.

Kita jelaskan dengan contoh. Si A, adalah orang yang memperoleh nilai dibawah standar minimal kelulusan, sehingga ia sering harus mengulang mata kuliah yang telah gagal ia tempuh nilainya. Dalam diskusi kelas, ia sering merasa kesulitan dalam menangkap maksud dari presentator dan sulit mencerna materi untuk diasosiasikan dan dikembangkan sendiri. Tapi si A mempunyai sifat dan sikap 'menerima' informasi yang ditujukan kepadanya. Ketika ia salah dalam mempersepsikan sesuatu dan ada yang mengkritik serta mengkoreksi persepsinya, ia bersikap terbuka dalam menerima sesuatu yang memang belum diketahuinya. Dalam dirinya, terdapat suatu sikap kesadaran akan ketidakmampuannya dalam mempersepsikan sesuatu, sehingga menjadikan masukan, kritikan dan koreksi sebagai alat untuk berbenah diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari yang sebalumnya.

Sedangkan si B, mempunyai kemampuan yang sama dengan si A soal kognisi, tapi mempunyai sikap yang berseberangan dengan si A. Istilah yang sering kita pergunakan untuk kasus seperti ini adalah sombong dan gengsi dalam menerima ilmu. Si B, dalam menganggap kritikan, masukan serta koreksi sebagai suatu pelecehan serta hinaan dari seseorang akan kemampuannya. Ia sering memaksakan opininya meskipun terkadang ia sendiri mengerti akan kesalahannya. Ia sadar jika ia tidak mampu, tetapi bersikap tertutup terhadap 'kebenaran' yang datang datang dari luar. Lebih parah lagi jika ia tidak sadar akan kekurangannya.

merujuk pada kedua contoh subjek di atas, maka manakah orang yang disebut bodoh, dan manakah orang yang disebut sebagai mempunyai kemampuan di bawah rata-rata? Ya. Orang yang dapat dikategorikan sebagai orang yang bodoh adalah si B, yang bersifat 'tertutup' terhadap kebenaran. Dari paparan di atas juga dapat kita petik pengertian bahwa sikap yang ditunjukkan oleh si B adalah suatu bentuk pembodohan pada diri sendiri.

Orang jawa, sering menamakan sikap ini sebagai sikap  "Goblok di mes". Goblok: Bodoh, Mes: Pupuk. Artinya, memupuk kebodohan. Jika tujuan dalam belajar adalah membunuh ketidak tahuan, maka sikap seperti ini justru memelihara bahkan memupuk ketidaktahuan. Si A, memandang sesuatu dari segi positifnya, sedangkan si B, memandang sesuatu dari segi negatifnya.

Pilihan ada di tangan setiap individu dalam menjalani kehidupannya, tak terkecuali dalam hal ini. Semua tindakan akan menimbulkan konsekuensi sendiri-sendiri. Pertimbangkan dahulu apa yang menjadi sisi negatif dan positif dari tindakan yang akan kita lakukan, dan lakukan apa yang anda pilih sesuai dengan planning yang sudah dirancang sebelumnya.